saatnya hati nurani bicara

Sabtu, Agustus 23, 2008

Hanura Pakai 15 Persen BPP

Senin, 18 Agustus 2008 00:10 WIB
Jakarta, Kompas - Semangat untuk menghargai suara masyarakat yang diberikan kepada seorang tokoh juga ditangkap Partai Hati Nurani Rakyat atau Hanura. Selain masih menghargai Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD yang menetapkan calon anggota legislatif terpilih menurut nomor urut, Partai Hanura juga menghargai kadernya yang berhasil mengumpulkan dukungan minimal 15 persen dari bilangan pembagi pemilih atau BPP berhak duduk di kursi legislatif.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto ketika membuka pendidikan dan latihan ke-4 Partai Hanura di Jakarta, Jumat (15/8). ”Karena kami partai baru, tentu kami ingin tetap menghargai kader yang sejak awal sudah bekerja dengan mengorbankan waktu, tenaga, dan dana yang tidak sedikit untuk membangun partai ini,” ungkapnya.

Namun, lanjut Wiranto, Partai Hanura juga tidak bisa mengabaikan aspirasi dari bawah yang menginginkan dihargainya kader partai yang berhasil mengumpulkan dukungan suara.
”Jadi, cukup adil jika Hanura menggunakan batas 15 persen BPP. Dengan batas ini, mereka yang bisa mendapat dukungan pemilih minimal 15 persen dari BPP bisa mengeliminasi nomor urut,” ujarnya.

Di depan pendukungnya, Wiranto juga mengingatkan kader Partai Hanura agar tidak hanya berjuang memperoleh nomor urut satu dalam daftar calon anggota legislatif (caleg). ”Kader harus bisa meyakinkan rakyat, bukan dengan kasak-kusuk supaya mendapatkan nomor urut satu. Kalau hanya itu, ia hanya menjadi pejuang palsu,” ujarnya.

Soehandojo, salah satu juru bicara Partai Hanura, menambahkan, kebijakan untuk menerapkan mekanisme 15 persen BPP itu untuk memberi semangat kepada kadernya agar bekerja keras. ”Kami nanti akan membuat semacam komitmen di antara caleg. Bila ada yang nomor besar meraih suara lebih besar, bisa saja dilakukan pergantian antarwaktu,” ujarnya.
Soehandojo mengakui, problem di belakang bisa saja muncul jika ada caleg dengan nomor urut satu, namun suaranya kecil, tetap ingin menjadi wakil rakyat. Namun, kalau ada komitmen bersama yang dipegang, tentu dengan kerelaan akan diberikan hak itu kepada rekannya yang mendapat suara lebih banyak.

Tentang target Partai Hanura, Wiranto berharap bisa mendapatkan suara signifikan. Pasalnya, hanya dengan suara signifikan inilah perubahan yang dikendaki bisa dilakukan. Jika perolehan suara Partai Hanura tak menentukan, akan terjebak dalam sistem yang monoton. (mam

Kamis, Agustus 21, 2008

DPC Hanura kapuas Hulu serahkan Daftar Caleg


Tepat pukul 23.30 Wib (19/8/08) rombongan ketua DPC Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) kab. Kapuas Hulu menyerahkan berkas Bacelag yang akan bertarung pada Pemilu 2009 yad. Se iring hujan deras yang turun malam itu, rombongan ketua, wakil ketua dan pengurus DPC menyerahkan 3 bundel berkas Bacaleg sesuai dengan Daerah Pemilihan (Dapil) di kab.Kapuas Hulu.

Herkulanus Sutomo Manna,SP selaku ketua DPC Partai Hanura Kapuas Hulu menegaskan bahwa nama-nama yang tercantum dalam berkas tersebut adalah kader-kader terbaik hasil penjaringan Caleg sesuai standard yang tertera di Peraturan Organisasi (PO) Partai Hanura.

Yang menjadi kendala menurut beliau,adalah mencari kader perempuan terbaik untuk memenuhi quota 30% perempuan seperti yang digariskan oleh UU No 10/2008. “Quota 30% perempuan bukan hanya menjadi kendala partai Hanura, melainkan semua Partai saat ini” tegas tomo biasanya Ia di panggil.

Namun, patut syukuri bahwa Partai Hanura bias memenuhi ketentuan tersebut dan hingga penetapan caleg tetap nanti, partai Hanura akan terus menjaring Caleg perempuan berkualitas guna bertarung pada Pemilu 2009.

Setelah menyerahkan berkas ke KPU, hingga saat ini DPC Partai Hanura terus bersiap untuk mengantisipasi jikalau ada beberapa berkas caleg yang kurang lengkap dengan menyiagakan beberapa tenaga/kader yang standby di secretariat menunggu pengembalian berkas oleh KPU.

rens

Rakorcab ke I partai Hanura kab Kapuas Hulu


Suasana aula Merpati Indah Putussibau kali ini (14/8/2008) lain dari biasanya, ruangan yang berkapasitas lebih dari 500 orang ini berhias warna-warni dan penuh atribut partai Hanura. Maklum saja, ruangan ini dijadikan tempat Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) I DPC Partai Hanura Kab. Kapuas Hulu.

Rakorcab yang dihadiri oleh 18 dari 23 Pimpinan Anak Cabang (PAC) se- Kapuas Hulu ini, di adakan guna mengkoordinasikan taktik dan strategi DPC Kapuas Hulu memenangkan Pemilu 2009. Oleh sebab itu, kegiatan ini di isi dengan laporan PAC se-Kapuas Hulu mengenai situasi terkini PAC di masing-masin kecamatan serta persoalan apa saja yang menjadi hambatan selama ini.

Dalam laporan setiap PAC menyebutkan bahwa kendala umum yang mereka hadapi adalah luas dan jauhnya jarak antar kampung dan desa yang ada di setiap kecamatan, sehingga konsekwensinya adalah biaya transportasi yang mahal. Di sisi lain, adalah banyaknya partai yang masuk di Kapuas Hulu membuat persaingan di 2009 semakin ketat.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) partai Hanura, Drs Eka Kawirayu, dalam sambutannya menegaskan bahwa setiap komponen dan kader Partai haruslah kreatif dan militant dalam memenangkan partai Hanura pada Pemilu 2009, dengan demikian akan mengantarkan Wiranto (ketua Umum) sebagai calon presiden di Pilpres yang akan datang

Drh.Olan Sebastian,MM Korda Kalbar sekaligus mewakili DPP partai Hanura pun menyatakan hal serupa, bahwa ini saatnya partai hanura menjadi besar, karena momentumnya sudah tepat. Dari verifikasi DepkumHam hingga factual di KPU Partai hanura selalu no 1, dan bahkan saat pencabutan no urut partai, Hanura bias no urut 1.

Acara Rakorcab inipun di akhiri dengan menyepakati scenario perolehan suara dan kursi di level kabupaten Kapuas Hulu. Skenario ini berupa ; pesimis 4 kursi, moderat 6 kursi dan optimis 8 kursi. Scenario ini pun langsung ditindak lanjuti dengan taktik dan strategi pencapainnya sehingga skema ini tidak hanya menjadi sesuatu yang tertulis saja di kertas namun aplikasi di lapangan tetap terjaga.akhirnya scenario moderat dan optimis yang dijadikan focus untuk diperjuangkan, kesepakatan untuk memperjuangkannya langsung di tanda tangani oleh Ketua PAC yang hadir sebagai bahan dasar memenangkan Pemilu 2009. (rens)